Al-Fattaah Pembuka Pintu-Pintu Kebaikan

Oleh: Ust. Fariq Gasim Anuz

Alhamdulillah atas segala nikmat- Nya. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para Sahabatnya, dan semua pengikutnya yang selalu setia mengikuti jejak beliau sampai akhir zaman.

Salah satu nama dari Asmaa’ullah Al-Husna adalah “Al-Fattaah” Yang Maha Pembuka, membuka pintu-pintu yang tertutup atau pintu-pintu yang sulit terbuka. Allah membuka pintu kesembuhan, pintu rezeki, pintu pekerjaan, pintu jodoh, pintu hujan, pintu ilmu pengetahuan, pintu amal shalih, pintu dakwah, pintu ketenangan dan kebahagiaan, pintu ridha, pintu syukur, pintu kemenangan, pintu perdamaian, pintu keadilan, pintu taufik, pintu rahmat, pintu hidayah, pintu ampunan, dan lain-lain.

Allah Pemberi Keputusan Terbaik

Allah “Al-Fattaah” Maha Membuka dan menyingkap segala perselisihan antara manusia dan memutuskan siapa yang benar dan siapa yang salah di hari kiamat.

Allah berfirman yang artinya, “… Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Hanya kepada Allah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah pemberi keputusan terbaik” (QS. Al- A’raaf: 89). “Katakanlah, ‘Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia Yang Maha Pemberi Keputusan, lagi Maha Mengetahui’” (QS. Saba’: 26).

Di dunia, manusia bisa membuat opini yang menyesatkan, bisa bersilat lidah dan menuduh orang lain sesat, orang lain ahli bid’ah, orang lain kafir, orang lain teroris, orang lain koruptor, orang lain radikal, orang lain Khawarij, orang lain Murji’ah, orang lain takfiri, orang lain Syi’ah, dan lainnya. Jika ada bukti yang kuat dan akurat, didasari keikhlasan membela agama Allah dan setelah menimbang antara mashlahat dan mudharat, seseorang wajib memberikan peringatan akan bahayanya orang-orang yang menyesatkan umat.

Di dunia, manusia bisa bersilat lidah dan memutarbalikkan fakta sejarah. Sahabat yang adil radhiallahu anhum ajma’in mereka katakan sebagai orang-orang dzalim! Ummahatul Mukminin yang suci mereka katakan telah berbuat selingkuh! Kami berlindung kepada Allah dari rusaknya hati dan penyimpangan pemahaman. Ya Allah “Al-Hadi”, karuniakanlah untuk kami keikhlasan, tunjukilah kepada kami jalan hidayah. Ya Allah Yang Maha Mengetahui, karuniakanlah kepada kami ilmu yang bermanfaat, bimbinglah kami menggapai keridhaan- Mu. Jauhkanlah kami dari mengikuti hawa nafsu, bersihkanlah hati kami dari hasad, sombong, tamak kepada dunia, dan dendam. Hiasilah hati kami dengan tawadhu, adil, cinta akhirat, lapang dada, penyayang, jujur, amanat, keberanian dan kedermawanan, amin.

Di dunia, orang-orang kafir bisa memfitnah dan menuduh kaum muslimin sebagai orang-orang yang terbelakang, orang-orang yang sektarian, sebagai pemecah belah persatuan manusia, sebagai orang gila, tukang sihir, dan lainnya.

Allah berfirman yang artinya, “Dan apabila mereka melihat (orangorang mukmin), mereka mengatakan, ‘Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang sesat’” (QS. Al-Muthaffifiin: 32). “Sebelum mereka, kaum Nuh juga telah mendustakan (rasul), maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, ‘Dia orang gila!’ lalu diusirnya dengan ancaman” (QS. Al- Qamar: 9).

Allah yang akan memutuskan di hari Kiamat siapa yang benar dan siapa yang salah. Allah akan menghukum orang yang dzalim dengan adzab yang pedih. Semoga Allah melindungi kita semua dari berbuat dzalim.

Apabila Aku Sakit, DIA-lah yang Menyembuhkanku

Hanya Allah lah yang membuka pintu kesembuhan. “Dan apabila aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkanku” (QS. Asy-Syu’araa: 80).

Dr. Muhammad Raatib an- Naabulsi berkata, “Saya memiliki teman yang anaknya lahir dengan susah payah. Ketika kepala bayi ditarik dengan alat maka otaknya terkena gangguan. Akhirnya bayi tersebut sering menggigil. Temanku ini bertanya ke dokter yang menangani, dokter menjawab karena ada gangguan di otaknya maka akibatnya adalah anak ini akan menderita cacat, kemungkinan buta, atau idiot, atau lumpuh. Kami menganggap dokter ini masih belum berpengalaman, jadi kami bertanya kepada dokter ahli spesialis anak yang terkenal di Damaskus. Jawabannya sama, tidak dikurangi dan tidak ditambah.

Kami tanyakan lagi kepada tiga dokter lagi, kemudian bayi tersebut dibawa ke Rumah Sakit, semua dokter berpendapat sama, tidak berubah. Ayahnya sampai berharap kalau anaknya lebih baik meninggal dunia saja, ia kasihan kepada anaknya dan berpendapat kematian anak bayi lebih ringan dibandingkan si bayi tumbuh besar tapi menderita sepanjang hidupnya. Kemudian bayi tersebut dibawa ke dokter lain dan dokter itu berkata semoga Allah  menyembuhkannya. Dokter tersebut memeriksanya dan memberikan obat. Subhanallah, enam bulan kemudian bayi tersebut sembuh seperti bayi-bayi lainnya. Tidak ada yang dikhawatirkan, sekarang umurnya dua belas tahun, sehat wal afiat, bergerak, dan bermain. Anak ini cerdas dan menonjol dalam pelajaran di sekolah.

Apa rahasianya? Ya, Sesungguhnya Allah “Al-Fattaah” Maha Membuka, mereka telah menutup semua pintu, tapi Allah lah yang membuka pintu kesembuhan” (Mausuu’ah Asmaa’ullah Al-Husna, juz 1, halaman 241-242).

Seberat apapun sakit Anda, janganlah putus asa dari rahmat Allah. Tetaplah optimis dengan kesembuhan dari Allah. Berdo’alah dan berikhtiarlah dengan jalan yang disyariatkan atau dibolehkan Islam, dan bersedekahlah. Jika Allah  menakdirkan belum juga sembuh, berbaik sangkalah kepada Allah. Banyak kebaikan yang Allah berikan bersamaan dengan sakit Anda jika Anda ikhlas, sabar, dan ridha dengan takdir- Nya.

Comments

comments

One thought on “Al-Fattaah Pembuka Pintu-Pintu Kebaikan

  • April 4, 2017 at 10:52 am
    Permalink

    Akhirnya, kami akhiri tulisan ini dengan memohon kepada Allah dengan nama-nama-Nya yang maha indah dan sifat-sifat-Nya yang maha sempurna, agar Dia memudahkan bagi kita untuk meraih semua kebaikan dan kedudukan mulia dalam agama-Nya, sesungguhnya Dia Maha Pembuka pintu-pintu kebaikan lagi Maha Mengetahui. Seperti kitab “Fathul Baari” karya Imam Ibnu Rajab, juga karya Ibnu Hajar, kitab “Fathul Qadiir” karya Imam asy-Syaukani, kitab “Fathul Majiid” karya Syaikh ‘Abdur Rahman bin Hasan, kitab “Fathu Rabbil bariyyah” karya Syaikh Muhammad al-‘Utsaimin, dan lain-lain.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *