Apakah air di Tanah Haram Makkah al-Mukarromah itu benar-benar air zam-zam? Ataukah sumur zam-zam itu telah kering dan air yang keluar itu adalah berasal dari sumur sumur lain di Makkah dan bukan zam zam?

"Sesungguhnya zam-zam itu adalah nama sumur yang terkenal di dalam Masjidil Haram, jarak antara sumur itu dan Ka’bah al-Musyarrofah adalah 88 hasta. Sumur ini dengan izin Allah masih selalu memancarkan air yang baik dan penuh berkah sejak dahulu kala hingga hari ini. Hal itu bukanlah merupakan terusan dari sumber-sumber mata air lain. Sumur itu adalah karunia dari Allah e yang Maha Tinggi lagi Maha Kuasa.
Imam Bukhari telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas z bahwasanya Nabi e telah bersabda, "Semoga Allah merahmati Ummu Ismail, seandainya dia membiarkan zam-zam –atau berkata– seandainya dia tidak mengumpulkan air itu dengan tangannya, niscaya zam-zam menjadi sumber mata air yang besar". Dalam satu riwayat, "Seandainya dia membiarkannya niscaya ia memancar keluar". Namun demikian menurut uji coba yang dilakukan, debit air yang dipancarkan oleh sumber mata air zam zam adalah 11 hingga 18,5 ltr/detik. Ini menunjukkan betapa derasnya air itu dan betapa banyak air yang telah dipancarkannya sejak kira-kira hamper 3000 tahun yang lalu.
Dan merupakan dalil atas hal itu, bahwasanya sumur ini tidak kering dari hari ke hari meskipun banyak orang yang meminum airnya, dan itu tidak akan berubah selama lamanya. Sekarang ini telah digunakan berbagai alat modern guna memudahkan dan meringankan umat manusia untuk mengeluarkan air itu."