Bunda Thereza Masuk Sorga?

Saya seorang muslim, beriman bahwa seluruh agama selain Islam adalah batil. Akan tetapi ada satu pertanyaan yang ingin saya temukan jawabannya dari Anda. Saya telah bertanya kepada sebagian ustadz, tetapi belum mendapatkan jawaban yang memuaskan. Maka saya mohon kepada Anda untuk membantu saya hingga apa yang ada di hati saya bisa hilang. Saya ingin memahami apakah Bunda Thereza yang telah menghabiskan umurnya dalam membantu orang-orang faqir dan mengobati mereka akan masuk ke dalam neraka? Bagaimana pula dengan orang-orang baik seperti Bunda Thereza sekalipun mereka tidak muslim, akan tetapi mereka mempersembahkan pelayanan kepada manusia, apakah mereka juga akan masuk neraka, dan kekal selamanya di dalamnya seperti orang-orang yang banyak berbuat maksiat di luar Islam? Terutama, barangkali Islam belum sampai kepada Bunda Thereza dan lainnya atau telah sampai kepadanya dengan berita buruk. Bukankah itu semua merupakan alasan bagi mereka untuk masuk sorga? Saya mohon agar pertanyaan saya ini tidak membuat gusar. Ahmad, Jakarta.

Jawab: Hayyakallah, selamat datang di majalah Qiblati.

Saya ucapkan terima kasih atas pertanyaan yang jelas ini, juga atas keseriusan Anda dalam memahami permasalahan ilmu dengan pemahaman yang benar. Kami sama sekali tidak gusar dengan pertanyaan dari selain muslim, maka bagaimana pula jika itu dari saudara kami sesama muslim?

Sesungguhnya permasalahan ini membutuhkan pemahaman yang lurus. Agar pemahamannya menjadi mudah bagi Anda, saya akan membuat beberapa contoh, agar menjadi jelas beberapa sisi yang belum terbersit dalam benak.

Contoh pertama,
Seandainya satu Universitas membuka lowongan kerja bagi seorang Dosen yang ahli di bidang Kimia, lalu ada seorang imam masjid dengan akhlak mulia, serta di kenal sebagai orang yang banyak membantu manusia, melamar lowongan kerja tersebut, maka apakah Universitas itu akan menerimanya atau menolak? Jika Universitas itu menolaknya karena dia tidak punya keahlian di bidang Kimia, maka apakah Universitas telah berbuat satu kezhaliman?

Contoh kedua,
Jika ada satu rumah sakit mengumumkan lowongan kerja, dibutuhkan seorang dokter, lalu ada seorang insinyur yang maju melamar, maka apakah rumah sakit itu berbuat zhalim jika menolak insinyur itu untuk bekerja mengganti kedudukan seorang dokter?

Contoh ketiga,
Jika ada seseorang membangun sekumpulan rumah dalam satu kompleks, lalu dia memberikan syarat tertentu bagi mereka yang ingin tinggal di dalam kompleks tersebut; seperti dia memberikan syarat jumlah anggota keluarga tidak boleh lebih dari 5 orang, maka apakah dia berbuat zhalim seandainya datang kepadanya satu keluarga berjumlah 7 orang kemudian dia menolaknya?

Wahai saudaraku, sesungguhnya Dzat yang menciptakan para hamba adalah Allah Ta’ala, yang menciptakan sorga dan neraka adalah Allah Ta’ala, yang menentukan ciri-ciri penghuni sorga dan neraka adalah Allah Ta’ala, dengan memalingkan pandangan dari jenisnya, kebangsaan, umur, warna atau pun bahasanya. Allah Ta’ala berfirman:

مَّن عَمِلَ صَـٰلِحًا فَلِنَفسِهِۦ‌ وَمَن أَسَاءَ فَعَلَيهَا‌ وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّـٰمٍ لِّلعَبِيدِ
“Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hambaNya.” (QS. Fushshilat: 46)

Dia juga berfirman:
قَالَ ٱهبِطَا مِنهَا جَمِيعَا‌ بَعضُكُم لِبَعضٍ عَدُوٌّ‌ فَإِمَّا يَأتِيَنَّڪم مِّنِّى هُدًى فَمَنِ ٱتَّبَعَ هُدَاىَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشقَىٰ (١٢٣) وَمَن أَعرَضَ عَن ذِڪۡرِى فَإِنَّ لَهُ ۥ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحشُرُهُ ۥ يَومَ ٱلقِيَـٰمَةِ أَعمَىٰ (١٢٤)
“Allah berfirman: “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (QS. Thaha: 123-124)

Dia juga berfirman:

وَهَدَينَـٰهُ ٱلنَّجدَينِ
“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan,..” (QS. Al-Balad: 10)

Allah Ta’ala juga berfirman
قَد أَفلَحَ مَن زَكَّٮهَا
وَقَد خَابَ مَن دَسَّٮهَا
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. As-Syams: 9-10)

Hingga puluhan nash-nash al-Qur`an dan hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam yang lain, yang kesemuanya menjelaskan permasalahan ini dengan jelas, yang tidak ada kesamaran di dalamnya.

Jadi, perkara ini bukanlah di tangan kita, tidak juga di tangan Anda, akan tetapi permasalahan ini berada di tangan Dzat yang telah menciptakan mereka. Yaitu Dzat yang telah meletakkan syarat-syarat tersebut, dan syarat utamanya adalah tidak menyekutukan Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman:

لَقَد ڪفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُواْ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلمَسِيحُ ٱبنُ مَريَمَ‌ وَقَالَ ٱلمَسِيحُ يَـٰبَنِى إِسرَٲٓءِيلَ ٱعبُدُواْ ٱللَّهَ رَبِّى وَرَبَّڪم‌ إِنَّهُ ۥ مَن يُشرِك بِٱللَّهِ فَقَد حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَيهِ ٱلجَنَّةَ وَمَأواهُ ٱلنَّارُ‌ وَمَا لِلظَّـٰلِمِينَ مِن أَنصَارٍ

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS. Al-Maidah: 72)

Di sinilah kita bertanya, berdasarkan pengetahuan kita akan syarat tidak boleh terjerumus ke dalam kesyirikan yang telah disyaratkan oleh Pencipta manusia, sorga dan neraka, maka apakah Bunda Thereza dan selainnya telah memenuhi syarat tersebut ataukah tidak?

Sesungguhnya bunda Thereza, adalah seorang wanita Nasrani yang beriman bahwa al-Masih adalah Tuhan, atau al-Masih adalah putra Allah, atau dia adalah oknum ketiga dari Trinitas. Apakah berdasarkan aqidah ini, dia telah memenuhi syarat masuk sorga? Jika dia tidak bisa memenuhi syarat tersebut, apakah Rabbul ‘lamin menjadi zhalim saat Dia tidak memasukkannya ke dalam sorga?

Sungguh, Allah Ta’ala telah menyampaikan syarat masuk sorga kepadanya, akan tetapi dia menolaknya, tidak mengimani dan membenarkannya. Maka pada saat itu Rabbul ‘Alamin tidak berbuat zhalim kepadanya, atau kepada orang-orang Nasrani yang lain.

Adapun dugaan Anda, bahwa barangkali dakwah belum sampai kepadanya, atau sampai kepadanya berita buruknya saja, maka saya jawab, bahwa kembalinya permasalahan ini adalah kepada Allah . Dialah yang Maha Mengetahui apa yang tersembunyi di dalam sanubari, Dialah yang Maha Adil. Dan mustahil bagi Allah berbuat zhalim kepada seorangpun. Dialah yang Maha Hakim (bijaksana), ‘Alim (Maha Mengetahui), Rahim (Maha menyayangi) hamba-hamba-Nya. Allah  adalah Maha Penyayang terhadap manusia daripada seorang ibu kepada putranya. Bahkan Allah telah haramkan kezhaliman atas diri-Nya, dan menjadikannya sebagai satu keharaman di antara hamba-hamba-Nya. Dia berfirman tentang diri-Nya:

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظلِمُ مِثقَالَ ذَرَّةٍ وَإِن تَكُ حَسَنَةً يُضَـٰعِفهَا وَيُؤتِ مِن لَّدُنهُ أَجرًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya Allah tidak Menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah,…” (QS. An-Nisa`: 40)

Ketahuilah bahwa Allah Ta’ala telah menyebut di dalam al-Qur`an:

وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبعَثَ رَسُولاً
“… dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.” (QS. Al-isra`: 15)

Jadi, perkaranya adalah sederhana, yaitu bahwa Allah Ta’ala telah mensyaratkan beberapa syarat untuk bisa masuk sorga. Siapa yang memenuhi syarat tersebut, maka dia akan memasukinya. Siapa yang tidak memenuhi syarat maka dia diharamkan darinya dengan syarat dia mengetahui benar akan syarat tersebut. Dan wajib bagi Anda untuk mengetahui bahwa di antara aqidah kita bahwa Allah Ta’ala tidak akan ditanya tentang apa yang Dia lakukan, sebagaimana Dia beritakan dalam al-Qur`an:

لَا يُسـَٔلُ عَمَّا يَفعَلُ وَهُم يُسـَٔلُونَ
“Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai.” (QS. Al-anbiya`: 23)

Maka yang wajib bagi kita adalah memasrahkan segala perkara kepada-Nya, dan bahwasannya kita mengetahui bahwa Dia adalah Dzat Yang Maha Bijaksana, Maha Mengetahui, Maha Berbuat Baik, Maha Penyayang, Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan telah menciptakan segala sesuatu, kemudian menentukan kadar ukurannya dengan sebenar-benarnya.

Terakhir, saya nasihatkan agar Anda banyak membaca buku-buku aqidah sekitar masalah ini. Agar permasalahan ini tidak menjadi samar bagi Anda, dan Anda bisa memahami banyak perkara dengan kedudukannya yang benar, dan hati Anda pun menjadi tenang.

Saya memohon kepada Allah agar melapangkan dada Anda kepada al-Haq, dan memberikan rizki kefaqihan di dalam agama. Amin. (AR)*

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *