DUNIA PASTI SIRNA

Oleh: Syekh Muhammad bin Shaleh Al-‘Utsaimin.

 

Sesungguhnya dunia dan segala isinya pasti akan sirna, dan segala sesuatu di dalamnya menjadi pelajaran yang berharga. Jika kamu melihat matahari terbit di pagi hari lalu terbenam di sore hari dan menghilang, maka begitulah keberadaan manusia di dunia ini, ia lahir lalu ia akan pergi dan berlalu.

Bila kita mengamati bulan niscaya hal yang sama terjadi pada dirinya, ia keluar di awal bulan dalam bentuk bulan sabit yang kecil kemudian perlahan-lahan ia mulai tumbuh dan membesar dan apabila telah sempurna menjadi bulan purnama maka perlahan-lahan ia mulai mengecil dan terus mengecil lalu menghilang, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ

Artinya: “Sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua”. (QS. Yasin: 39).

Begitu pula jika kita melihat kepada bulan-bulan, maka kita akan mendapati orang-orang melihat kepada bulan yang akan datang dengan penglihatan yang jauh, sebagai contoh mereka berkata: “Kita sekarang berada pada bulan yang ke dua belas sedangkan bulan Ramadan tinggal delapan bulan lagi, waduh alangkah jauhnya ia”! Akan tetapi ia melewati bulan-bulan tersebut dengan cepat, seakan ia hanya sesaat di siang hari !

Begitu juga umur manusia, dimana mereka beranggapan bahwa umurnya masih panjang dan kematian pun masih lama karena terbuai oleh angan-angan namun kematian itu datang dengan tiba-tiba dan  membabat habis segala sesuatu yang menjadi angan-angannya!

Dan berapa banyak orang yang membawa mayat saudaranya di dalam keranda  dan ikut serta menguburkannya, lantas ia berpikir: Kapankah giliranku? Dan kapankah aku akan diperlakukan seperti ini? Maka tiba-tiba ia pun meninggal dunia dan seakan-akan ia tidak tinggal di atas dunia melainkan hanya di waktu pagi dan sore.

Oleh karenanya saya mengatakan hal ini untuk mengingatkan diri saya pribadi dan saudara-saudara semuanya agar pandai-pandai memanfaatkan waktu, jangan sampai kita menyia-nyiakan satu detik pun kecuali kita memikirkan efektivitasnya sebab kita pasti dihisab karenanya.

Apakah kita sudah mendekatkan diri pada Allah?

Apakah kita masih berada di tempat yang sama dan belum berubah?

Lantas apa yang akan kita katakan nanti di hadapan Allah?

Oleh karenanya kita harus sadar sesegera mungkin sebelum terlambat, sebab setiap hari kita semakin dekat dengan akhirat dan semakin jauh dengan dunia!!

Ya Allah berikanlah kami kehidupan yang baik di dunia dan kehidupan baik pula di akhirat dan jagalah kami dari azab neraka.

Dan semoga Allah memberikan husnul khatimah untuk kita semua, dan menjadikan masa depan kita lebih baik dari sebelumnya dan menolong kita untuk selalu meyebut nama-Nya dan mensyukuri semua nikmat-Nya dan selalu beribadah kepadaNya dengan sebaik-baiknya, aamiin ya Rabbal ‘alamin!

 

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *