Kota Tarakan

Kota Tarakan merupakan satu-satunya kota di Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia dan juga merupakan kota terkaya ke-17 di Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 250,80 km² dan sesuai dengan data Badan Kependudukan Catatan Sipil dan Keluarga Berencana, Kota Tarakan berpenduduk sebanyak 239.787 jiwa. Tarakan atau juga dikenal sebagai Bumi Paguntaka, berada pada sebuah pulau kecil.

Semboyan dari kota Tarakan adalah Tarakan Kota “BAIS” (Bersih, Aman, Indah, Sehat dan Sejahtera).

Kota Tarakan, yang secara geografis terletak pada 3°14’23” – 3°26’37” Lintang Utara dan 117°30’50” – 117°40’12” Bujur Timur, terdiri dari 2 (dua) pulau, yaitu Pulau Tarakan dan Pulau Sadau dengan luas wilayah mencapai 657,33 km².  Adapaun batas-batas wilayah sebagai berikut: Utara: Kecamatan Pulau Bunyu, Timur: Laut Sulawesi, Selatan: Kecamatan Tanjung Palas dan Barat: Kecamatan Sesayap dan Kecamatan Sekatak.

Sejarah

Tarakan menurut cerita rakyat berasal dari bahasa tidung “Tarak” (bertemu) dan “Ngakan” (makan) yang secara harfiah dapat diartikan “Tempat para nelayan untuk istirahat makan, bertemu serta melakukan barter hasil tangkapan dengan nelayan lain. Selain itu Tarakan juga merupakan tempat pertemuan arus muara Sungai Kayan, Sesayap dan Malinau.

Kerajaan Tidung atau dikenal pula dengan nama Kerajaan Tarakan (Kalkan/Kalka) adalah kerajaan yang memerintah Suku Tidung di Kalimantan Utara, yang berkedudukan di Pulau Tarakan dan berakhir di Salimbatu. Sebelumnya terdapat dua kerajaan di kawasan ini, selain Kerajaan Tidung, terdapat pula Kesultanan Bulungan yang berkedudukan di Tanjung Palas. Berdasarkan silsilah (Genealogy) yang ada bahwa dipesisir timur Pulau Tarakan yaitu di kawasan Dusun Binalatung sudah ada Kerajaan Tidung Kuno (The Ancient Kingdom of Tidung), kira-kira pada tahun 1076-1156, kemudian berpindah ke pesisir selatan Pulau Tarakan di kawasan Tanjung Batu pada tahun 1156-1216, lalu bergeser lagi ke wilayah barat yaitu ke kawasan Sungai Bidang kira-kira pada tahun 1216-1394, setelah itu berpindah lagi, yang relatif jauh dari Pulau Tarakan ke daerah Pimping bagian barat dan kawasan Tanah Kuning, sekitar tahun 1394-1557, dibawah pengaruh Kesultanan Sulu.

Dari riwayat-riwayat yang terdapat dikalangan suku Tidung tentang kerajaan yang pernah ada dan dapat dikatakan yang paling tua di antara riwayat lainnya yaitu dari Menjelutung di Sungai Sesayap dengan rajanya yang terakhir bernama Benayuk. Berakhirnya zaman Kerajaan Menjelutung karena ditimpa malapetaka berupa hujan ribut dan angin topan yang sangat dahsyat sehingga mengakibatkan perkampungan di situ runtuh dan tenggelam kedalam air (sungai) berikut warganya. Peristiwa tersebut dikalangan suku Tidung disebut Gasab yang kemudian menimbulkan berbagai mitos tentang Benayuk dari Menjelutung.

Kelompok-kelompok Suku Tidung pada zaman Kerajaan Menjelutung belumlah seperti apa yang terdapat sekarang ini, sebagaimana diketahui bahwa dikalangan Suku Tidung yang ada di Kalimantan Timur dan Utara sekarang terdapat 4 (empat) kelompok dialek bahasa Tidung, yaitu: Dialek bahas Tidung Malinau, Dialek bahasa Tidung Sembakung, Dialek bahas Tidung Sesayap dan Dialek bahas Tidung Tarakan yang biasa pula disebut Tidung Tengara yang kebanyakan bermukim di daerah air asin.

Sejak tahun 2012, Kota Tarakan merupakan bagian dari Provinsi Kalimantan Utara, seiring dengan pemekaran provinsi baru tersebut dari Provinsi Kalimantan Timur.

Kota Tarakan terbagi atas 4 Kecamatan, yaitu: Tarakan Barat terdiri dari 5 Kelurahan, Tarakan Tengah terdiri dari 5 Kelurahan, Tarakan Timur terdiri dari 7 Kelurahan dan Tarakan Utara 3 Kelurahan.

Kota Tarakan, yang didiami oleh suku asli Tidung, dalam perkembangannya sebagaimana daerah lain dihuni pula oleh suku-suku lain seperti, Suku Dayak, Banjar, Jawa, Bugis, Batak, Toraja, Tionghoa, dan lain-lain.

Pemeluk agama terbesar adalah Islam disamping Kristen, Hindu dan Budha.

Dibidang kesenian, Tanah Paguntaka ini terkenal akan Tari Jepen yang merupakan tari asli daerah ini, selain Hadrah dan tari-tari tradisional yang berasal dari berbagai daerah.

Tarakan menyediakan pelayanan transportasi laut dengan tujuan wilayah lain di Kalimantan Utara dan Tawau, Sulawesi, Jawa juga ke Sabah, Malaysia.  4 pelabuhan utama antara lain Pelabuhan Tengkayu I sebagai pelabuhan untuk Speed Boat ke wilayah lain di Kalimantan Utara. Pelabuhan Tengkayu II sebagai pelabuhan bongkar muat barang, Pelabuhan Malundung sebagai pelabuhan untuk kapal besar tujuan Jawa, Sulawesi dan Malaysia; dan Pelabuhan Juwata Laut sebagai pelabuhan Ferry.

Transportasi udara di kota Tarakan yaitu Bandara International Juwata, yang melayani penerbangan Domestik maupun International.

Berikut adalah wisata-wisata yang dapat ditemukan di Tarakan:

  1. Pantai Amal, terdiri dari 2 buah pantai, yaitu pantai amal baru dan pantai amal lama, pantai ini terletak di Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur. Pemandangan di pantai amal sangat indah karena memiliki banyak pohon kelapa dan airnya yang berwarna biru
  2. Museum Rumah Bundar, merupakan museum dengan bentuk atap bundar atau setengah lingkaran, museum ini berisi peninggalan sejarah milik Belanda dan Jepang
  3. Baloy Adat Tidung, adalah museum peninggalan sejarah kerajaan Tidung
  4. Hutan Mangrove, merupakan habitat alami dari fauna asli Tarakan, yakni Bekantan kera berhidung besar dan berekor panjang.
  5. Islamic Center Baitul Izzah, Kampung Empat, Tarakan Timur adalah masjid terbesar di Kalimantan Utara. Islamic Center ini terletak sekitar 5 km dari pusat kota.
  6. Penangkaran Buaya Juwata, berada di Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Barat.  Merupakan salah satu obyek wisata unggulan di Kota Tarakan dan memiliki koleksi buaya dari beberapa wilayah di Kalimantan. Dengan luas sekitar 5 hektare, kegiatan penangkaran buaya telah dimulai sejak 1991. Ada tiga jenis buaya ditangkarkan di sini yaitu Buaya Muara (crocodylus porosus), Buaya Supit (tamistoma scheillius), dan Buaya Air Tawar (crocodylus siamlisus)
  7. Air Terjun Karungan
  8. Pulau Sadau

 

Di Kota Tarakan terkenal dengan makanan lautnya, dan khususnya adalah kepiting. Berbagai macam olahan sudah dihasilkan dari hewan yang satu ini. yang paling populer adalah Kepiting Soka yang memiliki cangkang yang lunak sehingga bisa dimakan.

Selain kepiting juga ada Kapah yaitu sejenis kerang yang ada di pesisir pantai Kota Tarakan. Jika mengunjungi Pantai Amal, Kapah akam menjadi menu utama dan makanan favorit pengunjungnya

Di Tarakan juga terkenal dengan buah terap yang bisa anda nikmati sebagai makanan penutup. Buah terap ini juga dapat dibuat berbagai macam olahan makanan yang lezat.

Di Kabupaten Malinau anda dapat mencicipi masakan khasnya yaitu nasi udang Malinau.

Di Kabupaten Nunukan terkenal dengan jenis beras Krayan, yang merupakan beras favorit para sultan di Brunei Darussalam karena enak dan harum.

Kabupaten Tana Tidung juga mempunyai masakan khas daerahnya, yaitu nasi subut dan sate ikan pari.

Ada juga minuman khas dari Tana Tidung yaitu susu hangat yang dicampur sari bawang hutan. Di Tana Tidung, bawang hutan dijadikan jamu untuk mengembalikan kesegaran tubuh.

Buah kapul (Stelechocarpus Burahol) memiliki kulit yang cukup tebal berwarna coklat dan daging buah yang berwarna putih semu.  Keunikan lain dari buah kapul adalah rasanya yang selalu manis.

Comments

comments

2 thoughts on “Kota Tarakan

    • February 14, 2017 at 2:27 am
      Permalink

      terima kasih atas kunjungannya. Bisa dijelaskan maksud komentar ini?

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *