Kumpulan Fatwa Mufti

Apakah diperbolehkan ketika pada saat mandi junub membaca basmallah ketika hendak mandi dan membaca basmallah kedua kalinya ketika hendak wudlu?

Jawab:

Membaca basmallah disyariatkan diucapkan di beberapa tempat, diantaranya adalah ketika berwudlu dan mandi. Akan tetapi, wudlu yang dilakukan ketika hendak mandi junub merupakan bagian tak terpisahkan dari mandi junub itu sendiri. Oleh karena itu, membaca basmallah di permulaan mandi junub sudah mencukupi ketika dilanjutkan dengan membasuh semua anggota wudlu.

Dalam surat Maryam tentang kisah Zakaria, bahwa ia meminta Rabbnya untuk memberinya keturunan, dan ketika memberitahukan berita gembiran perihal kehadiran Yahya: (ia berkata : bagaimana mungkin aku memiliki seorang anak?), apakah ucapan ini merupakan bentuk penentangan terhadap qadla’ Allah? Bagaimana memohon kepada Allah diiringi dengan perasaan terkejut dan takjub ketika Allah memberinya rezeki? Semoga Allah membalas anda!

Jawab: Tidak mungkin Nabiullah Zakaria berani menentang dan keberatan terhadap ketentuan Allah Ta’ala, padahal ia adalah seorang Nabiullah ‘alayhissalam. Nabi Zakaria ‘alayhissalam beriman bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan jika tidak, tentunya ia tidak akan berdoa dengan doa seperti ini. Dan rahasia dari pertanyaannya setelah adanya berita gembira dari doa yang ia panjatkan ini menurut para ahli ilmu adalah bahwa beliau ‘alayhissalam takjub terhadap proses lahirnya seorang anak di tengah kondisinya yang sudah tua dan menikahnya dia dengan seorang wanita yang mandul? Jadi Nabiullah Zakaria ‘alayhissalam takjub dan tidak berpaling terhadap ketentuan Allah Ta’ala. Wallahua’lam!

Apakah bacaan dalam shalat dengan menggabungkan dua riwayat, dalam bacaan ‘Ashim misalkan, boleh ataukah tidak? Bagaimana saya menyikapi orang yang benci dengan bacaan seperti itu?

Jawab: Tidak ada masalah bagi orang yang shalat menggabungkan dua riwayat bacaan dalam satu bacaan, seperti dua riwayat Hafshah dan Syu’bah. Akan tetapi yang utama adalah hendaklah seseorang menyempurnakaan bacaan dengan satu riwayat bacaan atau riwayat yang telah ia baca mulai permulaan untuk menghindari perbedaan dan kontradiksi (makna), apalagi jika ia menjadi seorang imam (dalam shalat). Wallahua’lam!

Apa hukumnya tasymiit (mengatakan “yarhamukallaah”) terhadap orang yang bersin? Apakah cukup seseorang dari dua orang disamping orang yang bersin mendoakan ataukah keduanya melakukan tasymiit?
Jawab: Sesungguhnya hukum tasymiit kepada orang yang bersin adalah sunnah dan sangat dianjurkan secara kifaayah (diucapkan oleh sebagian orang yang hadir di tempat tersebut), ada juga yang berpendapat wajib bagi semuanya (untuk melakukan tasymiit). Artinya jika sudah ada yang melakukan, maka tidak ada dosa atas yang lain, atau ada dosa bagi yang tidak mengucapkan tasymiit. Wallahua’lam!

Apa hukumnya jika seseorang ragu-ragu apakah ia melakukan salah satu dari pembatal keislamannya?

Jawab: Jika ia ragu-ragu apakah ia melakukan salah satu dari pembatal keislaman dia maka hendaklah ia buang keraguannya itu dan hendaklah ia mengetahui bahwa hukum asal adalah dia tetap dalam keislaman dia. Wallahua’lam!

Aku ingin mengetahui arti sebenarnya dari cinta karena Allah dan benci karena Allah?
Jawab: Hakikat cinta karena Allah Ta’ala adalah seorang muslim mencintai sesama saudara muslim karena keistiqamahan dan ketaatan dia kepada Allah Ta’ala, karena keikhlasan dan keteguhan dia berpegang teguh kepada agama. Bukan karena kekerabatan antara mereka berdua, bukan karena kepentingan yang hendak ia cari darinya, bukan pula karena kesan dia terhadap bentuk (rupa, kedudukan, harta, dll) saudaranya. Demikian juga halnya dengan benci karena Allah, maknanya adalah bahwa kebencian seseorang kepada orang lain bukan karena ingin menyakitinya, bukan pula karena ingin memusuhinya, akan tetapi karena kekafirannya dan kemaksiatan yang ia lakukan kepada Allah Ta’ala. (AZ)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *