
مَنْ حَجَّ، فَزَارَ قَبْرِيْ بَعْدَ مَوْتِيْ، كَانَ كَمَنْ زَارَنِيْ فِيْ حَيَاتِيْ
"Siapa yang melaksanakan haji kemudian berziarah ke makamku sepeninggalku, maka sama dengan mengunjungiku pada masa hidupku."
Ibn Taimiyah rohimahulloh mengatakan: "Hadis ini dha'if." Lihat kitab Qa'idah Jalilah (57). Al-Albani rohimahulloh mengatakan: "Hadis palsu.", al-Dha'ifah (no. 47), lihat juga kitab Dzakhirat al-Huffadz, karya Ibn al-Qaisarani (4/5250)
اخْتِلاَفُ أُمَّتِيْ رَحْمَةٌ
"Perselisihan umatku adalah rahmat"
Hadis maudhu' (palsu), lihat kitab al-Asrar al-Marfu'ah (no. 506), Tanzih al-Syari'ah (2/402). Al-Albani rohimahulloh mengatakan: "Tidak memiliki sumber sama sekali", Al-Dha'ifah (no. 11)
diklik: 844 kali.