Makna ayat dan hadits

"Saya ingin bertanya tentang maksud dari firman Allah :[ العنكبوت:64]
Begitupula saya ingin mengetahui makna hadîts
« مَا مِنْ عَبْدٍ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ ثُمَّ مَاتَ عَلىَ ذَلِكَ إِلاَّ دَخَلَ الْجَنَّةَ » قُلْتُ : وَإِنْ زَنىَ وَإِنْ سَرَقَ ؟ قَالَ: « وَإِنْ زَنىَ وَإِنْ سَرَقَ » قُلْتُ : وَإِنْ زَنىَ وَإِنْ سَرَقَ؟ قَالَ : « وَإِنْ زَنىَ وَإِنْ سَرَقَ » ثَلاَثًا . ثُمَّ قَالَ فِي الرَّابِعَةِ : « عَلىَ رَغْمِ أَنْفِ أَبِيْ ذَرٍّ» رواه مسلم)
""Tidak ada seorang hamba yang mengucapkan [لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ] kemudian dia mati di atas kalimat tersebut, kecuali dia pasti masuk kedalam sorga."" Aku katakan: ""Sekalipun berzina dan mencuri?"" Beliau bersabda: ""Sekalipun dia berzina dan mencuri."" Aku berkata: ""Sekalipun berzina dan mencuri?"" Beliau bersabda: ""Sekalipun dia berzina dan mencuri."" Sampai tiga kali dan pada kali yang keempat beliau berkata: [عَلىَ رَغْمِ أَنْفِ أَبِيْ ذَرٍّ]
Dan apa maksud dari [رَغِمَ أَنْف]?
"

"Kiranya, telah rancu atasmu penyebutan [الحَيَوَان] didalam ayat tersebut. Dan maknanya adalah [الحَيَاةُ الدَّائِمَةُ] kehidupan yang terus menerus, kekal abadi, yang tidak akan bergeser dan tidak akan terputus serta tidak disertai oleh kematian. Dan kalimat ini adalah termasuk mukjizat al-Quran dalam segi balaghah bahasa arab.
Adapun tentang hadîts, maka di dalamnya terdapat penjelasan tentang madzhab ahlussunnah wal jama`ah, madzhab yang benar. Yaitu bahwa manusia ada yang mukmin dengan keimanannya dan fasiq dengan dosa besarnya. Dan dia tidaklah keluar dari keimanan dengan dosa-dosa besar. Akan tetapi dia berhak untuk mendapatkan adzab atas dosa besar tersebut.
Dan jika pelaku dosa besar mati dan belum bertaubat darinya, maka sesungguhnya dia berada dibawah kehendak Allah , jika Dia berkehendak, Dia akan mengampuninya, jika tidak, Dia akan mengadzabnya. Hal ini berlaku untuk seluruh dosa kecuali dosa syirik. Karena barangsiapa mati dalam keadaan musyrik terhadap Allah , maka dia kekal di dalam neraka Allah  berdasar kesepakatan kaum muslimin. hanyalah kepada Allah semata kita mohon perlindungan.
Dan termasuk bentuk kesyirikan yang ada sekarang adalah manusia meminta pertolongan kepada penghuni kuburan, meminta darinya jalan keluar dari keruwetan, berharap kesembuhan darinya, dan yang semacamnya.
Adapun makna [رغم أنف] adalah meskipun tidak ridha.
Wallahu a`lam"

Diperbolehkan menyalin dan menyebarluaskan artikel ini dengan syarat
menjaga amanat ilmiah dan mencantumkan link terkait.