Nikah di luar negri tanpa wali

Apa hukumnya seorang wanita yang menikah tanpa wali atau walinya orang Indonesia yang mana rumahnya dijadikan tempat berkumpul para pembantu? Apakah yang menyebabkan jatuhnya kewalian seorang wali? Dan apakah sah seorang wali mewakilkan dirinya kepada orang lain melalui telepon?

"Sesungguhnya madzhab jumhur fuqaha dari pengikut Imam Malik, Imam Syafii, Imam Hambali dan lainnya menyatakan bahwa setiap pernikahan tanpa adanya wali maka pernikahannya batal. Dalilnya adalah sabda Rasulullah :
« أَيُّمَا امْرَأَةٍ نَكَحَتْ بِغَيْرِ إِذْنِ وَلِيِّهَا فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ »
"Setiap wanita yang menikah tanpa izin walinya maka pernikahannya batal, pernikahannya batal, pernikahannya batal." (HR. Hâkim, Abu Dawud, At-Turmudzi, Ibnu Hibbân, dishahîhkan oleh al-Albani dalam Shahîh al-Jami’ (2709))
Pernikahan yang rusak adalah pernikahan yang hilang salah satu syarat pernikahan, seperti nikah tanpa wali, tanpa saksi, dll. Oleh karena itu, nikah seperti diatas adalah batal.
Adapun orang Indonesia yang menjadikan rumahnya sebagai tempat berkumpul bagi para pembantu tidak otomatis menjadikannya wali bagi para wanita tersebut. Dalam hal ini dia telah bermain-main dengan agama Allah , tidak didapatkan sedikitpun dalam agama masalah ini dan hal ini menyelisihi syariat. Hal ini sama dengan menghalalkan apa yang telah diharamkan Allah tanpa haq, tanpa izin wali yang sebenarnya, dan hal ini merupakan buah ketidaktahuan mereka.
Persaksian saksi tanpa izin wali juga tidak sah karena ini adalah persaksian terhadap kebatilan dan kewalian seorang wali tidak ada hubungannya dengan jarak. Adapun mewakilkan pernikahan melalui telepon juga tidak sah, karena termasuk sahnya pernikahan adalah hadirnya wali atau wakilnya di tempat akad. Bagi wali hendaklah mewakilkan sesuai dengan syariat kepada siapa saja yang dipercaya di wilayah di mana perempuan tersebut tinggal. Ia adalah wali pengganti bagi wali yang sebenarnya jika tidak memungkinkan untuk hadir. Dan hendaklah ia mengirimkan foto melalui jalur resmi. Hal seperti ini tidak menjadi masalah selama calon pengantin wanita sepakat, demikian juga para walinya. Wallahua’lam!
Karena pentingnya masalah ini, insyaAllah akan kami bahas lebih khusus pada waktu-waktu mendatang dengan izin Allah."

Diperbolehkan menyalin dan menyebarluaskan artikel ini dengan syarat
menjaga amanat ilmiah dan mencantumkan link terkait.