Perbedaan Da’i Wanita & Penyanyi Wanita

Seorang penyayi wanita disokong oleh berbagai kerabat kerja yang komplit, ada seorang penyair yang bertugas mengarang lagunya, ada komponis yang mengarang nada dan lirik lagu tersebut, ada pula grup musik yang bertugas memainkan musiknya, ada dekorator yang bertugas menghias penampilannya, dan ada seorang perancang yang merancang kostumnya, begitu juga ada Event Organizer (EO) yang bertugas mengatur acaranya,  kebersihannya, pencahayaannya dan juga sound system-nya.

Lalu si penyanyi wanita naik ke atas panggung dalam kondisi psikis yang cukup siap dan sejatinya sudah dipersiapkan dengan sedemikian rupa. Kemudian seluruh setan –baik setan dari bangsa jin maupun setan manusia– mulai menyambutnya dengan suara riuh dan tepuk tangan, lalu ia pun mulai mendendangkan nyanyiannya yang menjijikkan untuk kemudian meninggalkan jejak-jejak setan di dalam hati orang-orang yang menontonnya.

Seorang penyanyi wanita dengan jelas: memperindah perbuatan zina, menyifatinya dengan sifat-sifat yang menawan, dan bahkan mengajak kepadanya. Dan nyatanya hampir semua lirik lagu tidak keluar dari tiga hal ini!

Dia memang seorang da’i akan tetapi ia mengajak kepada neraka Jahanam, sebagaimana firman Allah:

Artinya: “Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran” (QS. Al-Baqarah: 221).

Seorang penyanyi wanita sedang membawa misi setan dan tujuan yang sia-sia, oleh karena kehormatannya sudah hilang sebelum ia kehilangan segala-galanya. Maka dari itu, ia disokong oleh tentara-tentara Iblis dengan harta benda mereka, usaha keras mereka, tulisan-tulisan mereka, dan semua media massa mereka, supaya ia (si penyanyi itu) bersedia untuk terus larut bersama semua para penonton tanpa merasa lelah atau merasa dalam kesendirian.

Sebaliknya, seorang da’iyah atau seorang wanita yang menyeru ke jalan Allah lebih pantas mendapatkan sokongan orang-orang mukmin yang mengharapkan pertemuan dengan Allah dan hari akhirat, dan sadar terhadap tugas dakwah serta ishlah (perbaikan).

Maka tugas kita adalah berlomba-lomba untuk mengundang para da’i wanita ke dalam berbagai acara, ke sekolah-sekolah dan juga ke dalam berbagai ormas lainnya, mempromosikannya di media massa, memberikan berbagai bantuan yang ia butuhkan demi kesuksesan dakwahnya, seperti menyediakan tempat-tempat yang layak untuk kegiatan dakwahnya, iklan-iklan yang kuat, dan organisasi yang professional serta bantuan spiritual dan material.

Allah berfirman: “Dan orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan sebagian mereka menjadi pelindung/penolong bagi sebagian lainnya…” (QS. At-Taubah: 71).

Da’i wanita merupakan seorang wanita terhormat yang mengajak kepada perbuatan mulia dan terhormat, kewajiban semua orang terhormat untuk membantu dan membelanya demi kemenangan misi kebaikan yang ia emban.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *