Pertarungan Antara Al-Hak & Al-Batil

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, umat Islam di mana-mana merasa dongkol dengan superioritas non Muslim terhadap mereka sehingga fenomena ini terkesan sebuah pertarungan antara al-hak dan al-batil. Lalu apa solusi yang tepat dari masalah ini? Dan apa pendapat Syekh dengan seputar fenomena kezaliman? Lalu apa upaya yang benar untuk menghadapi problema umat ini?

Jawab:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, sebenarnya pertarungan antara al-hak dan al-batil termasuk sebuah fakta lama dan terkenal sepanjang sejarah, ia merupakan sunnatullah yang diketahui oleh setiap orang yang mentadabburi dan membaca ayat-ayat Al-Qur’an, dan dalam konfrontasi antara para Nabi dan musuh-musuh mereka dari kalangan para penentang risalah mereka, dan kejadian serupa terus terulang sepanjang masa antara para pengusung dakwah dengan musuh-musuh mereka yang menentang al-hak dan para pengikutnya, dengan cara menolak kebenaran yang diserukan oleh para dai dan menentang apa yang menjadi tuntutan mereka berupa penegakan syariat Allah, sehingga orang-orang sekuler sangat getol menentang semua gerakan Islam yang muncul Negara Islam manapun, dengan cara menggembar-gemborkan berbagai syubhat anti Islam serta mendiskreditkan siapa saja yang membelanya dengan berbagai tuduhan seperti primitif, ekstrim dan teroris untuk merusak citra Islam di mata dunia, dan menakut-nakuti masyarakat internasional dengan tuduhan dusta dan palsu.

Allah telah membeberkan isi hati orang-orang munafik pada waktu yang sama mereka mengaku Muslim, sedangkan sifat ini sangat tepat disematkan pada orang-orang sekuler yang ada di dunia Islam pada zaman sekarang ini, Allah berfirman:

untitled13

Artinya: Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orangorang yang mengadakan perbaikan.” Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (QS. ALbaqarah: 11-12).

Mereka sebenarnya tidak hanya berdusta dan menipu, bahkan mereka menambahkan kebodohan dan klaim yaitu dengan ucapan mereka: “Sebenarnya kami tidak membuat kerusakan namun kami sedang mengadakan perbaikan”. Kata-kata serupa sangat banyak kita temukan pada zaman sekarang, dan mereka mengatakannya karena tolak ukur yang mereka miliki sangat berbeda, sehingga pantas saja mereka tidak merasa sedang membuat kerusakan, sebab tolak ukur keburukan, kebaikan dan kerusakan dalam diri mereka sejalan dengan keinginan hawa nafsu mereka, dan tidak disandarkan kepada kaidah syari’at Islam.

Dan kemunculan Islam merupakan awal kebencian dan permusuhan musuh-musuh Islam terhadap agama ini dan para pemeluknya di setiap waktu, dengan cara menyakiti dan menakut-nakuti mereka, dikarenakan Islam dan pemeluknya sangat mereka perhitungkan dari segi kekuatan sehingga pantas ditakuti dan disegani oleh semua musuhnya, karena kebenaran dan manhajnya yang lurus dan paten, dan oleh karena Islam sangat anti terhadap kebatilan, kezaliman dan perusakan, dengan demikian cara pandang Islam ini tidak bisa diterima oleh para pengusung kesesatan, kezaliman dan perusakan, oleh karenanya mereka senantiasa mengintai para pemeluknya untuk diperdaya dan dipalingkan dari Islam.

Dan sejatinya sekularisme bukan saja memisahkan agama dari Negara, bahkan pada akhirnya ia akan memisahkan agama dari kehidupan, agar para penguasa membuat kebijakan demi tersebarnya kesesatan dan memaksa masyarakat Islam untuk menerima kehinaan karena mengekor kepada musuh-musuhnya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *