Apa hukum membawa mushhaf (untuk dibaca atau menyimak) di dalam shalat?

"Jika membawanya dibelakang Imâm shalat wajib atau sunnah maka tidak boleh, dikarenakan hal tersebut menyelisihi sunnah, dan mengakibatkan tertinggalnya sebagian sunnah seperti meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri serta melihat kearah tempat sujud. Dan dua perkara ini lebih diprioritaskan daripada membawa Mushhaf.
Membawa Mushhaf juga membuat sibuk orang yang shalat dengan membawanya, serta menambah gerakan-gerakan shalat, seperti membuka mushhaf, membalik halaman mushhaf, menutupnya, meletakkannya di tanah, atau meletakkannya di ketiak. Gerakan-gerakan ini menyibukkan orang yang shalat, dan menjauhkan dari kekhusyukan, dan perenungan. Allah  berfirman:
""Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,(yaitu) orang-orang yang khusyu` dalam sembahyangnya,"" (QS. al-Mukminun: 1-2)
Allah  berfirman:
""Dan apabila dibacakan Al Quran, Maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat."" (QS. al-A`raf: 204)
Dan boleh membawa mushhaf dibelakang Imâm pada saat darurat (terpaksa), seperti dalam Imâm yang tidak bagus hafalannya, dan meminta salah seorang makmum untuk menyimaknya dalam shalat.
Adapun membawa mushaf pada shalat malam maka hal tersebut tidak mengapa(jawaban seperti ini juga telah disampaikan oleh Syekh Muhammad Ibnu Utsaimin dll).
Wallhu a`lam"