Siapa yang dimaksud dengan ahli kitab? dan apa hukum bagi wanita yang menikah dengan ahli kitab?

"Yang dimaksud dengan ahli kitab adalah Yahudi dan Nashrani dan berpegang teguh dengan keyakinan mereka. Tidak boleh seorang wanita menikah dengan orang kafir, apakah ia Nasrani, Yahudi atau yang lain. Hal ini karena firman Allah :
"Janganlah menikahi orang-orang musyrik hingga mereka beriman." (QS. Al-Baqarah: 221) Demikian juga firman-Nya :
"Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal bagi mereka." (QS. Al-Mumtahanah: 10) Juga firman-Nya:
"Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman" (QS. An-Nisa: 141)
Inilah yang menjadi ijma’ kaum muslimin. Sehingga wanita yang menikah dengan orang kafir telah melakukan perbuatan dosa besar, dan pernikahan seperti ini dihukumi dengan zina, dan ia telah keluar dari agama Islam karena ia telah berani menghalalkan dirinya untuk suaminya. Sedangkan yang wajib bagi setiap wanita muslimah adalah menjauhi suaminya yang kafir. Wallahua’lam! "