Stop! Perdebatan

Yang dimaksud dengan perdebatan adalah memaparkan pemikiran atau ide yang didukung oleh ulasan argumen dan buktibukti yang mendukung pendapat salah satu dari dua orang yang terlibat dalam perdebatan, sedangkan istilah perdebatan itu sendiri di dalam Al-Qur’an ada kalanya disebut dengan al-jidaal dan al-miraa’.

Allah telah menunjuk manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi serta menugaskannya untuk mengurus dan menjaganya dari kerusakan. Oleh karena itu, Allah membekalinya dengan berbagai kapasitas yang memungkinkannya untuk menyampaikan pesan-Nya dan membantunya dalam menunaikan misi-Nya, yang mana semua makhluk selain manusia telah menolak untuk menerima tugas ini namun manusia menyatakan kesanggupannya, maka dengan kapasitas ini telah menjadikan bangsa manusia menjadi makhluk yang berbeda dari seluruh makhluk lainnya, dan hal ini merupakan bentuk kasih sayang Allah yang diberikannya kepada manusia yang notabene makhluk zalim dan bodoh atau zhaluumun jahuul.

Dan manusia dengan sifat alaminya ia tidak hidup melainkan dengan internal kelompoknya, berinteraksi dengan mereka, mempengaruhi atau dipengaruhi, sehingga memunculkan perdebatan, pertikaian, dan pertengkaran yang mana hal itu menjadi kebutuhan dari kebutuhan-kebutuhan terpenting dari interaksi ini, dikarenakan adanya hikmah dan tujuan besar yaitu untuk memperoleh kembali haknya serta menolak kezaliman atau membela kebenaran dengan cara yang benar maupun memerangi kebatilan tanpa cara kebathilan.

Dan demi tujuan mulia ini, namun faktanya manusia tetap saja menjadi makhluk yang paling banyak berdebat dan membantah, Allah berfirman:

  وَكَانَ الإنسَْانُ أكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلا٥٤

Artinya: “… Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah” (Q.S. Al-Kahfi: 54).

Namun demikian Allah mengajak manusia untuk beriman kepada diri-Nya dan kepada syari’at- Nya, guna menyesuaikan atau mengkoordir nalurinya yang suka membantah serta mendebat agar terjauhkan dari sikap berlebihan maupun melampaui batas. Akan tetapi jika manusia menjauh dari iman maka naluri ini akan menguasai dirinya sepenuhnya, dan mendominasi akal serta anggota badannya sampai keduanya tunduk dan patuh terhadap semua kemauannya, begitu juga hatinya akan menjadi budak nalurinya, dengan demikian ia akan kehilangan keseimbangannya serta melenceng dari tugas sucinya, sehingga derajat manusia yang sejatinya seorang makhluk mulia turun kepada derajat binatang.

Dengan demikian berarti perdebatan atau kontroversi itu merupakan sebuah naluri yang menjadi bekal manusia dalam menjalani profesi kekhilafahannya dalam rangka membantunya menjalankan amanat. Oleh karena itu, bagaimana sikap Islam terhadap naluri ini? Dan bagaimana Islam mengaturnya? Bagi orang yang mengamati kedua sumber syariat agama Islam; Al-Qur’an dan As- Sunnah, niscaya ia akan menemukan beberapa nash yang berhubungan dengan topik kita kali ini, yaitu kadangkala nash-nash tersebut melihat perdebatan sebagai sikap yang mubah dan terpuji namun tidak sedikit pula ia melihat perdebatan sebagai sikap yang tercela dan dibenci. Nah, berikut ini kita akan coba untuk menganalisa masing-masing dari kedua bagian tersebut.

Pertama: Al-Jidaal al-Mahbuub atau Debat Terpuji:

Bentuk perdebatan yang satu ini telah disebutkan dalam Al-Qur’an dengan sebutan Ahsan atau yang terbaik, Allah berfirman:

untitled10

Artinya: “Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim diantara mereka, dan katakanlah: ‘Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri” (Q.S. Al-Ankabuut: 46). Dan dalam ayat lain disebutkan bahwasanya ia harus berdasarkan atas dasar ilmu pengetahuan, Allah berfirman:

untitled12

Artinya: “Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah-membantah tentang hal yang kamu ketahui, maka kenapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui? Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” (Q.S. Ali Imran: 66).

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *