SUAMIKU INGIN MELAKUKAN POLIGAMI

Assalamu ‘alaikum. Apakah boleh brpoligami dengan alasan istri bkerja di tempat yang lebih jauh dari tempat kerja suami sehingga suami terkadang sampai lebih duluan sampai di rumah 1 jam (2-3 hari seperti itu). Suami merasa ada yang kurang jika ketika pulang istrinya tidak berada di rumah sehingga dia ingin menikah lagi supaya ada yang menyambutnya di rumah. Tetapi jika istrinya tidak keluar bekerja atau cepat pulang, suami justru sering keluar dengan alasan ke rumah keluarga. Begitu juga pada malam hari, sang suami jarang tidak keluar baik untuk urusan dakwah (ini dapat dimaklumi) maupun urusan yang sebenarnya dapat diurus pada siang hari sehingga istrinya juga merasa kesepian dan kurang mendapat perhatian darinya. Istrinya sering menangis ketika suami mengutarakn niatnya karena alasannya dianggap sepele. Mereka sudah dikaruniai 4 orang anak. Sang iistri pernah menyarankan supaya pindah kerja supaya dapat bersama-sama, tetapi suami menolak dengan alasan merasa sudah cocok dengan tempat kerjanya yang sekarang. Istrinya berniat pensiun dini agar bisa memenuhi permintaan suami, padahal waktu mendaftar kerja suami tidak melarang.

 

JAWABAN:

Wa’alaikumussalam warahmatullah, hayyakillah, selamat datang di majalah Qiblati.

Dari keterangan Anda, saya tidak percaya sedikitpun bahwa alasan yang Anda sebutkan menjadi faktor penyebab keinginan sang suami untuk menikahi wanita lain. Itu sesuatu yang mustahil, tidak dapat diterima akal sehat. Alasan yang disampaikannya tersebut hanyalah sebuah pembenar terhadap keinginannya untuk merealisasikan keinginannya untuk menikah lagi. Hal tersebut dapat dilihat dari keengganannya untuk pindah kerja, dan tetap memilih untuk menikah lagi. Jadi tempat kerja yang berjarak bukan sebab yang sebenarnya.

Karena apa yang telah Anda sebutkan itu bukanlah persoalan yang mendasar, maka tampaknya hubungan Anda berdua mengalami kelesuan yang cukup parah. Jika rasa sayang dan keselarasan di antara Anda berada pada titik nadir, suami Anda merasa hampa, kemudian ingin mengisinya dengan sesuatu yang dapat menggantikan apa yang dibutuhkannya berupa kerinduan dan ikatan yang baru. Ini tidak berarti saya memikulkan kesalahan kepada Anda seorang. Saya hanya sedang melakukan proses mencarikan solusi bagi permasalahan tersebut. Oleh karena itu, sebuah kesalahan jika Anda terus menerus meyakinkan diri bahwa penyebabnya ialah apa yang telah Anda sebutkan dalam pertanyaan Anda di atas.

Anda terkesan berpikir terlalu dangkal, dan tidak memandang jauh ke depan sehingga membuat masalah ini bertambah kritis. Ini disebabkan oleh sikap anda yang tidak terbuka  dan tidak terus terang kepada diri Anda sendiri, juga kepada suami Anda. Setiap kali Anda mempercayai bahwa keterlambatan Anda adalah penyebab permasalahan ini, maka Anda sama sekali tidak akan bisa memberikan solusi untuk memecahkan masalah Anda berdua. Anda tidak akan sampai kepada akar permasalahan, tetapi hanya meraih ranting-ranting dan daun-daunnya saja.

Berikutnya yang harus Anda lakukan ialah memberikan kompensasi kepada suami Anda atas keterlambatan Anda hadir di rumah berupa perhatian yang lebih, sehingga dia tidak merasakan kehampaan, dan kurang perhatian dan kasih sayang. Demikian juga sebaliknya, suami Anda harus berupaya memahami dan memperhatikan waktu kerja Anda, terutama pekerjaan Anda itu dengan izin dan persetujuannya.

Supaya persoalan-persoalan ini tidak tumpang tindih, maka kami terlebih dahulu membahas masalah sering keluar dan perginya suami Anda. Toleransi dan pembiaran Anda sesungguhnya tidak baik untuk diri Anda sendiri. Sikap anda tersebut merupakan reaksi psikologis Anda dengan harapan dia dapat memberi toleransi yang sama kepada Anda! Akan tetapi, apakah dengan cara ini persoalan akan terselesaikan?!

Sebaliknya, secara yakin permasalahan itu justru akan terus berlanjut. Oleh karena itulah, Anda harus menghadapi persoalan ini dengan berani, dan terlebih dahulu mengakui kelemahan dan kurang perhatian Anda terhadap suami. Ini tidak berarti suami Anda tidak memiliki kekurangan dan kelemahan, bahkan barangkali kesalahannya terhadap Anda lebih besar. Akan tetapi, kami berbicara kepada Anda sebagai pihak yang ingin menyelesaikan persoalan.

Dalam hal ini Anda harus duduk bersama suami Anda dalam suasana tenang tetapi santai. Karena Anda adalah seorang karyawati, maka saya berharap Anda dapat mengatur jadwal untuk berdua saja, dengan menitipkan anak-anak kepada keluarga Anda atau kerabat lain. Pergilah bersama suami Anda ke tempat wisata, menghabiskan dua atau tiga hari hanya berdua. Kembalikanlah lagi kenangan indah Anda berdua, lalu buatlah dia merasakan kembali kerinduan seperti masa lalu, merasakan betapa pentingnya dia bagi anda. Kemudian ingatkan dia terhadap tanggung jawabnya untuk mendidik anak-anak, ingatkan dia bahwa Anda berdua bertanggung jawab di hadapan Allah I atas berbagai keteledoran dan kelalaian terhadap mereka, bahwa mereka merupakan amanah di pundak Anda berdua. Kemudian berjanjilah kepadanya untuk memberikan perhatian yang cukup dan lebih baik kepadanya mulai saati itu.

Jika setelah itu semua Anda mendapati suami Anda masih saja ingin menikah lagi, janganlah lari darinya, akan tetapi bicarakanlah berdua tentang tanggung jawabnya dalam mengelola dua pernikahan dan bagaimana nantinya dia bisa berlaku adil kepada kedua istrinya.

Berupayalah untuk bersungguh-sungguh dengan tenang, insya Allah Anda adalah yang beruntung bagaimanapun situasinya nanti. Jika hubungan anda membaik dan kembali indah seperti sediakala, maka segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Jika tidak kembali membaik, dia masih ingin menikah lagi, maka Anda telah berlepas diri dari tanggung jawab di hadapan Allah I. Bersyukurlah kepada Allah atas segala keadaan ini, yang mana wajib bagi anda untuk selalu berdoa manyandarkan diri kepada Allah Ta’ala.

Kami memohon kepada Allah, agar menyatukan Anda dan suami Anda di atas kebaikan, dan memperbaiki apa yang ada diantara Anda berdua (AR)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *