SYUBHAT SEKULERISME – Bagaimana sekuler masuk dalam Islam

Pertanyaan: Saya ingin tahu bagaimana masuknya sekuler ke dalam dunia Islam? Dan sarana apa saja yang telah membantu penyebarannya? Serta apa kewajiban kita terhadapnya?.

(Muhammad Rusydi, Banjarmasin)

Jawab: Sekuler masuk ke dunia Islam setelah menghilangnya konsep-konsep Islamiyah yang shahih tentang realitas umat Islam,disamping sudah kadung mengakarnya konsep-konsep menyimpang diantara umat Islam,sehingga memuluskan jalan bagi sekuler untuk masuk ke dalam dunia Islam, juga akibat dari dampak yang ditinggalkan oleh filsafat Yunani, Persia, dan India di dalam pemikiran beberapa kelompok, terutama kelompok Mu’tazilah dimana biasanya mereka terkenal dengan mendahulukan akal di atas naql atau nash pada saat mereka mengklaim adanya paradoksi diantara keduanya, bahkan mereka memasukkan hal itu sebagai satu prinsip dari beberapa prinsip istidlal (pengambilan kesimpulan sebuah hukum), serta mereka tidak segan-segan menolak dengan semampu mereka hadits-hadits yang bertentangan dengan logika menurut persepsi mereka terhadap objek logis tersebut, dengan alasan tidak terbukti kebenarannya menurut akal, atau tidak otentik karena ia merupakan hadits ahad yang tidak memberikan keyakinan. Mereka dalam pemikiran ini, pada salah satu aspeknya, sebenarnya mempersempit ruang lingkup nash-nash Agama dan apa-apa yang disimpulkan darinya untuk kepentingan ruang lingkup akal, sehinggga akal telah menduduki posisi nash dalam ber-istidlal(penalaran sistematis). Sebagaimana mereka melakukan berbagai takwil Al-Qur’an dengan takwil yang mendukung pemikiran mereka, dan dalam penerapan pemikiran ini, maka sejauh mana ia mengangkat nilai akal manusia, maka sejauh itu pula ia turun dari kekuatan iman kepada yang ghaib dan ketulusan ketundukan terhadap syari’at Agama.

Hal ini juga akibatdari dampak yang ditinggalkan oleh pemikiran Al-Irja’ menurut persepsi kebanyakan umat Islam tentang hakekat iman, dimana Murjiah telah mengadakan suatu pemikiran tentang keluarnya amal dari ruang lingkup keimanan, sehingga menurutnya iman itu hanya tasdiq dan qaul (pembenaran dan ucapan saja). Maka akibatnya betapa banyak amal perbuatan yang tidak dikaitkan dengan iman yang mencakup semua aspek kehidupan, dengan kata lain, akan semakin meluasnya ruang lingkup kemaksiatan dan penyimpangan karena meninggalkan iman meringkuk di sudut qaul yang sempit. Kemudian pemikiran ini berkembang menurut penganut Neo Murjiah bahwa iman hanya sekedar lafaz-lafaz/ucapan yang tidak memiliki makna maupun tujuan.

Serta diantara sebab-sebab masuknya sekuler ke dalam dunia Islam adalah bergesernya definisi ibadah seiring bergesernya pemahaman zuhud yang positif menurut Salafus Shaleh menuju pemahaman zuhud menurut beberapa kelompok tertentu, yaitu yang membuat definisi zuhud berubah menjadi meluangkan waktu secara mutlak dalam beribadah di dalam masjid, di sudut-sudut, atau dalam khulwah (menyendiri). Di tangan mereka inilah hubungan ilmu dan Agama menjadi tidak harmonis, serta hubungan Agama dan dunia semakin renggang begitu pula hubungan antara akhirat dan dunia, maka barangsiapa yang menginginkan Agama dan akhirat maka baginya adalah masjid namun ia harus memutuskan hubungan dengan dunia.

Oleh karena itu, semua faktor yang disebutkan di atas telah melapangkan jalan sekuler untuk masuk ke dalam dunia Islam melalui program kolonialisme, dan pasca koloniaslisme. Barat mulai menerapkan ghazwul fikri atau invasi intelektual daripada invasi militer yang telah terbukti gagal total.

Dan berikut ini adalah beberapa sarana yang telah sukses membantu sekuler masuk ke dalam dunia Islam:

  1. Melalui penjajahan militer Sekulerisme memasuki dunia Islam dengan senjata laras panjang dan hantaman bom-bom.
  2. Melalui misi ilmiah (pertukaran pelajar) dari Timur ke Barat untuk menimba ilmu dan kemajuan, namun banyak yang pulang dengan membawa pemikiran sekulerisme, bukan membawa ilmu. Mereka pergi untuk belajar fisika, kimia, biologi, geologi, astronomi, dan matematika namun mereka kembali dengan ilmu sastra, bahasa, ekonomi, politik, ilmu pengetahuan, sosial, psikologis dan bahkan studi mengenai agama-agama, khususnya agama Islam yang mereka pelajari di universitas-universitas Barat. Dan sesuai dengan rencana, mereka telah berhasil menjerumuskan sebagian besar pemuda muslim di lumpur kehinaan dan kerusakan moral, yang mengakibatkan trauma psikologis dan kebingungan intelektual, untuk kemudian pemuda ini kembali setelah satu dekade dengan membawa gelar akademik tertinggi di pusat-pusat ilmiah yang paling bergengsi. Bahkan dari pusat-pusat kepemimpinan, pada kenyataannya pemuda ini tidak lebih dari sekedar agen komersial bagi mereka yang telah mengajarkannya (para dosen Barat), sementara ia tidak memiliki apa apa selain itu, bahkan karakterisasi title atau gelar yang mereka sandang pun tidak lebih dari sekedar permainan lembaga, walaupun hal ini tidak dimaksudkan secara umum, akan tetapi lebih secara mayoritas, khususnya pada awal-awal misi.
  3. Melalui misi Kristenisasi.Organisasi misionaris Kristen yang berkeliaran di dunia Islam, baik di Timur dan di Baratmaupun dari berbagai sekte dan doktrin Kristen, semuanya menjadikan tujuan pertamanya adalahuntuk mengguncang kepercayaan umat Islam dari agama Islam, membuat mereka keluar darinya, serta menjadikan mereka ragu kepadanya.
  4. Melalui sekolah-sekolah dan universitas-universitas Pada akhir Khilafah Utsmaniyah dan pada saat tampuk komando didominasi oleh kaum sekuleris, maka diperbolehkan bagi ekspedisi misionaris dan kedutaan Barat untuk mendirikan sekolah. Perguruan tinggi yang tersebar di seluruh negeri Syam, Mesir, dan Turki seperti menyebarnya api dalam sekam, sehingga keluarlah generasi-generasi dari kalangan putra dan putri muslimyang setelah itu mereka menjadi pelopor pemikiran dan budaya sekuler, sekaligus penggerak kebebasan dan tindakan asusila.
  5. Melalui asosiasi, organisasi, dan partai-partai sekuler yang bermunculan di negara-negara Islam, karena tujuan paling penting dari sekian banyak tujuan merekaadalah menyekularisasikan sebuah bangsa.
  6. Melalui misi diplomatik. Baik itu misi untuk negara-negara Barat yang ada di Timur atau untuk negara-negara Islam yang ada di Barat, yang sebagian besar telah menjadi jembatan yang dilalui oleh sekuler Barat yang terkuat ke negara-negara Timur yang lemah melalui jejaring sosial, event-event, pesta-pesta. Maupun melalui tekanan diplomatik dan pemerasan ekonomi.
  7. Melalui datangnya perusahaan-perusahaan besar Barat ke negara-negara muslim yang diinvestasikan dalam sisi ekonomi, dan yang telah menjaga sekaligus menyebarkan tujuannya dalam hal budaya.

Maka tugas kita di hadapan semua yang telah disebutkan di atas adalah mengetahui bahwa Islam dan sekulerisme tidak akanpernah bertemu selama-lamanya. Oleh karenanya, tugas para da’i adalah menelanjangi rencana-rencana busuk sekulerisme secara urut, membeberkan simbol-simbol dan pemikiran mereka, menjelaskan kepada masyarakat umum tentang bahaya sekulerisme maupun permusuhan mereka terhadap agama Islam, dan bahwasanya sekulerisme terbentuk di atas prinsip penghapusan hukum Islam, serta pengakuannya terhadap hak legalisasi manusia selain Allah. Demikian pula, umat ini harus dipermaklumkan bahwa sekulerisme tidak memiliki proyek budaya karena mereka menjauhkan Islam dari kehidupan, dan sebaliknya menerima sikap tunduk yang memalukan terhadap musuh-musuh umat Islam, sehingga mereka menjadikan umat Islam selalu bergantung kepada musuh-musuhnya.

Ini merupakan penjelasan secara ringkas, dan Wallahu A’lam!

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *