TELAH TERBIT
(bulan Juni 2010)
Hasil Dari Penjualan Buku ini digunakan untuk
Dakwah dan Ma'had A'immah
(Bukan untuk Penulis)
”Kajian Terlengkap” Tentang Kesalahan Waktu Subuh Di Indonesia
- Benarkah fajar shadiq muncul pada saat posisi matahari pada sudut -20° sebagaimana jadwal Depag (Kemenag) yang berlaku selama ini?
- ataukah negara-negara di garis khatulistiwa ideal dengan sudut -18°?
- Apakah sulit melihat fajar, haruskah dengan menggunakan peralatan canggih?
- Bagaimana dengan pengukuran fotometrik, menjadi syaratkah?
- Apakah kita juga harus melihat fajar setiap hari?
- Bagaimana jika kita shalat sementara kita ragu terhadap masuknya waktu?
- Jika umumnya masjid mengumandangkan adzan berdasarkan jadwal yang mengacu pada sudut -20°, maka bagaimana kita shalat?
- Harus sendiri-sendiri atau tetap berjama’ah di masjid?
- Jika tidak memungkinkan mengakhirkan adzan sesuai fajar shadiq bagaimana solusinya?
Berbagai pertanyaan menggelitik ini –dan yang lainnya- bisa Anda temukan jawabannya dalam buku ini.