Hukum Masturbasi Pada Saat Haid

Pertanyaan:

Apakah masturbasi yang dilakukan oleh wanita pada saat haid mengharuskannya mandi Junub sebelum suci dari haid atau setelah suci secara bersamaan?

Jawaban:

Sesungguhnya masturbasi yang diharamkan adalah mengeluarkan mani tanpa jimak atau hubungan suami-istri, dengan cara bernikmatnikmat dengan memainkan anggota seksual, walaupun aktivitas itu tidak sampai mengeluarkan mani, firman Allah dalam menyifati hambahamba- Nya yang mukmin yang mendapatkan jaminan kemenangan:

untitled7

Artinya: “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas” (QS. Al-Mukminun: 5-7).

Maka menurut ayat di atas bahwa masturbasi via tangan atau selainnya, selain dengan istri atau budak sahaya maka hal itu termasuk ke dalam perbuatan melampaui batas yang disebut dalam ayat tersebut, dengan begitu maka wajib hukumnya menjaga kemaluan dari perbuatan demikian walaupun tidak sampai mengeluarkan mani. Adapun onani yang dilakukan oleh suami dengan mengunakan tangan istrinya atau anggota tubuhnya yang lain, maka hal itu tidak berdosa, menurut firman Allah berikut ini:

untitled8

Artinya: “Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya. Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa” (QS. Al-Mukminun: 5-6).

Adapun permasalahan mandi Janabah dan mandi haid atas wanita, maka jika ia meniatkan keduanya dalam satu mandi niscaya hal itu dibolehkan dan telah mencukupkannya menurut pendapat jumhur ulama, namun jika ia meniatkan salah satunya saja dan tidak meniatkan yang lainnya maka dalam hal ini terdapat khilaf/ perbedaan pendapat. Pendapat pertama mengatakan; tidak sah dan tidak mencukupkannya sebagaimana sabda Nabi : امْرِئٍ مَا نَوَى وَإِنَّمَا لِكُلّ Artinya: “Dan sesungguhnya bagi setiap orang tergantung pada apa yang ia niatkan”

Pendapat kedua mengatakan; sah dan telah mencukupkannya dikarenakan ia telah berniat mengangkat hadats. Wallahu A’lam!

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *