KAUM WANITA, KELOMPOK YANG PALING BANYAK MENGHUNI NERAKA

Oleh Ummu Shofiyyah

Al Qurthubi rahimahullah berkata dalam kitab At Tadzkirah, memberikan komentar atas sedikitnya wanita yang menghuni surga dan banyaknya wanita yang menghuni neraka, “Alasan mengapa para wanita menjadi penghuni surga yang paling sedikit, karena mereka terkalahkan oleh hawa nafsu dan cenderung menyukai kenikmatan dunia yang disegerakan. Karena kurangnya akal mereka untuk memandang jauh kepada akhirat, sehingga mereka sangat lemah untuk beramal demi akhirat maupun mempersiapkan diri menghadapinya. Juga karena mereka cenderung memilih dunia dan berhias untuknya. Disamping itu para wanita juga menjadi penyebab duniawi yang paling kuat untuk memalingkan kaum lelaki dari akhirat. Karena kaum laki-laki mempunyai nafsu dan cenderung menyukai wanita. Kemudian kebanyakan wanita dengan sendirinya berpaling dari akhirat. Disamping itu juga memalingkan selain mereka dari akhirat. Mereka sangat mudah tertipu dengan berbagai ajakan duniawi yang memalingkan seseorang dari agama. Juga sangat sulit menerima siapapun yang mengajak mereka kepada akhirat dan beramal untuknya agar menjadi orang-orang yang bertaqwa”.

Namun demikian, di antara mereka ada wanita-wanita shalihah yang tidak sedikit jumlahnya. Mereka senantiasa menegakkan syariat Allah ﷻ, berpegang teguh dengan agama-Nya, dan menaati Allah ﷻ serta Rasul-Nya ﷺ. Sehingga banyak dari mereka yang masuk surga. Bahkan di antara mereka ada yang melebihi keimanan dan amal shalih kaum laki-laki.

Yang jelas, orang-orang kafir laki-laki dan perempuan, orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan, demikian pula orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, mereka semua berada di dalam neraka.

Adapun ahli tauhid, hadis-hadis yang mulia mengisyaratkan bahwa kebanyakan wanita dari mereka berada dalam neraka. Dari Abu Said al Khudry radhiyallahu ‘anhu berkata, Nabi ﷺ bersabda:

« يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ ، فَإِنِّى رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ » . فَقُلْنَ وَبِمَ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ»
“Wahai kaum wanita, bersedekahlah! Karena aku mendapati kebanyakan kalian adalah penduduk neraka!” Mereka pun berkata : “Mengapa demikian wahai Rasulullah?” Beliau Menjawab : “Karena kalian benyak mencaci dan banyak mengingkari kebaikan suami.” (HR. Bukhori – Muslim)

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata : Nabi ﷺ bersabda saat khutbah shalat gerhana :
وَأُرِيتُ النَّارَ ، وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ
“Telah ditunjukkan kepadaku tentang neraka, dan aku mendapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita” (HR. Bukhori Muslim)

Dari ‘Imran bin Husain radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ bersabda :
اطَّلَعْتُ فِى الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ ، وَاطَّلَعْتُ فِى النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ
“Telah dinampakkan kepadaku surga, maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir. Dan telah dinampakkan kepadaku neraka, maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang wanita.” (HR. Bukhori Muslim)

Dari Usamah bin Zaid radhiyallhu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, Beliau ﷺ bersabda :
وَقُمْتُ عَلَى بَابِ النَّارِ فَإِذَا عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا النِّسَاءُ
“Saya berdiri di atas pintu neraka, rupanya kebanyakan yang masuk ke dalamnya adalah kaum wanita.” (HR. Bukhori Muslim)

Akan tetapi, hadis-hadis di atas tidak berlaku pada keumuman wanita-wanita yang beriman. Karena di antara wanita beriman itu, ada yang mempunyai derajat yang sangat tinggi dengan sebab selalu mengerjakan ketaatan kepada Allah ﷻ, karena dia tidak pernah menyia-nyiakan sedikitpun amal seorang laki-laki maupun perempuan. Bagi wanita shalilhah yang manapun Allah ﷻ sediakan baginya pahala yang sangat besar. Allah ﷻ berfirman :

“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.” (QS. an-Nisa’ : 124)

Demikian juga dengan firman-Nya dalam surat an-Nahl ayat 97 :
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

Begitu juga dengan firman Allah ﷻ: “Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman):
“Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.” (QS. Ali Imran: 195)

Allah ﷻ telah menyanjung orang-orang yang shalihah dari kaum wanita dengan firman-Nya dalam surat an-Nisa’ ayat 34 :
“Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).”

Maksud dari ungkapan “memelihara diri” adalah ia tidak berlaku curang, tidak keluar rumah, serta memelihara rahasia dan harta suaminya ketika suami tidak ada.

Allah ﷻ juga menyediakan pahala yang sangat besar bagi para wanita yang senantiasa berdzikir, menjaga diri dan berbuat ketaatan. Allah ﷻ berfirman dalam surat al-Ahzab ayat 35 :

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”

Ayat-ayat yang mulia di atas menegaskan, Allah ﷻ tidak akan menzalimi seorang pun dari kaum wanita. Allah ﷻ juga menegaskan kepada setiap wanita muslimah yang beriman, bahwa seseorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain. Mereka menghendaki tempat tinggal istana yang tenteram di surga-Nya yang abadi di sisi Allah ﷻ, amalan mereka hanya berjalan di atas jalan Allah ﷻ yang lurus.

Di samping itu juga tidak menjadikan dunia sebagai cita-cita dan pengetahuannya tertinggi, karena dunia dengan segala kenikmatannya adalah fana dan pasti akan sirna, serta tidak ada nilainya sedikit pun yang bisa dikenang. [*]

Disarikan dari kitab berjudul “Misteri Kedahsyatan Nereka”, Syaikh Mahir Ahmad.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *