KELOMPOK SEMPALAN DAN NABI PALSU

Aliran sesat, faham sesat dan kelompok sesat tumbuh subur di bumi Indonesia. Betapa tidak, antara tahun 2001 hingga 2007 ini saja telah tercatat sebanyak 250 aliran sesat. Dan yang menarik perhatian 50 diantaranya muncul di Jawa Barat. Demikian menurut catatan bapak KH. Hasyim Muzadi (Allaahu yarham).

Kelompok terakhir yang sedang heboh adalah kelompok al-Qiyadah al-Islamiyyah pimpinan Nabi Palsu Ahmad Musaddeq al-kadzdzab yang bertapa di gua Salak Bogor. Musaadeq menyatakan bahwa dirinya adalah seorang utusan Allah menggantikan Nabi Muhammad ﷺ. Maka dia mengajarkan syahadat baru, tidak ada shalat kecuali sekali dalam sehari semalam yaitu shalat malam saja, tidak ada puasa dan tidak ada haji.

Pengikut kelompok Nabi palsu ini cukup banyak, konon mencapai angka puluhan ribu tersebar di indonesia. Mayoritas mereka adalah anak muda yang tidak mengerti agama, yang didekati secara emisional dan personal.

Fenomena maraknya aliran sesat dan mudahnya bangsa Indonesia masuk dalam aliran sesat ini memunculkan pertanyaan besar yang mendasar, yaitu: apa yang salah dalam pendidikan agama Islam di Indonesia? Jawabnya, karena pendidikan agama di lembaga formal hanya sebagai materi pelengkap, cukup 2 jam dalam sepekan, itupun tidak jarang diajarkan oleh orang yang tidak layak menurut kaca mata Islam. Demikian pula masjid- masjid dan khutbah jumat kurang serius dan kurang manhaji dalam memberikan pengajian dan penjelasan tentang Islam. Begitu pula Media massa seperti televise, radio, Koran dan majalah. Dan masih banyak lagi alasannya, terutama juga orang tua yang kurang dalam memberikan bimbingan kepada putra putrinya. Walhasil intinya diperlukan dakwah sunniyah yang bermanhaj salaf oleh orang-orang ahlu sunnah dengan pendekatan islam sebagai agama yang lengkap dan universal.

Jika masyarakat belajar Islam secara benar minimal mereka mengetahui dan mengimani hadits-hadits berikut sebagai benteng pribadi dan keluarga:
Nabi ﷺ bersabda:

وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُبْعَثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبًا مِنْ ثَلَاثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ
“Tidak akan terjadi kiamat hingga muncul para pendusta dan pembohong sekitar 30 orang, semuanya mengaku bahwa dirinya adalah utusan Allah.” (HR. Bukhari: 3340; Muslim: 5205)

وَإِنَّهُ سَيَكُونُ فِي أُمَّتِي كَذَّابُونَ ثَلَاثُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ لَا نَبِيَّ بَعْدِي وَلَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى الْحَقِّ
“Akan muncul dai tengah umatku 30 pendusta semuanya mengaku menjadi Nabi, padahal aku adalah penutup para Nabi, tidak ada Nabi (baru) sesuddahku. Dan akan senantiasa ada sekolompok dalam umatku yang berada di atas kebenaran.” (HR. Abu Daud: 3710; Ahmad: 21361)

Dalam hadits Abu Hudzaifah: “Dalam umatku ada 27 pendusta dan pembohong, 4 diantara mereka adalah perempuan. Dan sesungguhnya akulah adalah penutup para Nabi, tidak ada Nabi sesudahku. (HR. Thahawi: 2483, Shahih)

Jadi Munculnya para Nabi palsu adalah bukti dari kebenaran Nabi Muhammad ﷺ dan kdustaan Nabi-Nabi palsu tersebut.
Diantara nama-nama Nabi palsu tersebut adalah: Musailamah al-Kadzdzab dari Yamamah, yang dibunuh oleh pasukan Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu. Al-Aswad al-Ansi di Yaman yang juga dibunuh oleh para sahabat. Thulaihah ibn Khuwailid yang kemudian rujuk kembali kepangkuan islam. Sajjah seorang dukun wanita yang dinikah oleh Musailamah, dan bertaubat setelah terbunuhnya Musailamah.

Di zaman Tabi’in muncul al-Mukhtar al-Tsaqafi. Kemudian di zaman akhir muncul di Iran Mirza Abbas yang mati tahun 1309 H, di India Mirza Ghulam Ahmad yang mati mengenaskan setelah mubahalah dengan seorang ulama ahlu sunnah.
Intinya orang yang mengaji pasti selamat dari para Dajjal dan kelompok-kelompok sesat seperti ini.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *