Kenalkan diri kepada Allah, Dia Akan Mengenalmu

Setiap muslim harus mengenalkan diri kepada Allah di waktu makmur agar Allah mengenalnya di waktu sulit. Nabi ﷺ bersabda:
» … تَعَرَّفْ إِلَيْهِ فِي الرَّخَاءِ، يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ، … «
“… berkenalanlah kepada Dia di waktu makmur, maka Dia akan mengenalmu di waktu sulit…” (HR. Ahmad)

Ini adalah cara jitu untuk menghilangkan kesempitan dan kesusahan di dunia dan akhirat, menurut petunjuk Nabi ﷺ . Yaitu, dengan menghadap kepada Sang Pencipta Subhanahu wa Ta’ala Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang Maha Berbuat dalam segala sesuatu, Yang Mengatur segala sesuatu. Dia-lah semata yang Maha Kuasa atas menghilangkan segala kecemasan, dan segala kegundahan.

Maka kita menghadap kepada-Nya, lalu memohon kepada-Nya agar mengangkat dari kita apa yang Dia turunkan atas kita dari berbagai kesusahan, dan memberikan kepada kita jalan keluarnya. Sungguh, Nabi ﷺ telah menunjukkan kepada kita dalam hadits ini satu sebab yang mendatangkan pengabulan Allah bagi do’a kita, dan menurunkan rahmat-Nya kepada kita, di saat kita sulit, yang kemudian Dia mengangkat kesulitan itu dari kita. Sebab tersebut adalah kita memperkenalkan diri kepada-Nya pada saat kita dalam kondisi lapang, yaitu dalam kondisi sehat, aman, dan kelapangan rizki.
Apa makna memperkenalkan diri kepada Allah Ta’ala di waktu lapang?

Yaitu menjalankan hak-hak Allah Ta’ala, menjaga batasan-batasannya di waktu lapang, lalu dia mendekatkan diri kepada Allah dengan menunaikan segala kewajiban, seperti shalat, puasa, zakat, haji, menyambung tali rahim, jujur dalam perkataan, menunaikan janji, menjaga amanah dan akad, melaksanakan hak-hak yang wajib bagi makhluk; seperti berbakti kepada kedua orang tua, menunaikan hak-hak istri, anak-anak dan kewajiban-kewajiban lain yang diwajibkan oleh Allah  atasnya. Demikian juga menjauhi segala yang diharamkan, seperti zina, mencuri, berbuat zhalim, meminum khamer, bermuamalah dengan riba dan perbuatan-perbuatan yang diharamkan lainnya.

Sebagai tambahan bagi hak-hak ini, wajib memberikan perhatian utama dengan meluruskan aqidah, dan perhatian terhadap masalah tauhid, serta jauh dari perkara-perkara kesyirikan, seperti beristighatsah dengan orang-orang mati, dan berkeyakinan bahwa mereka memberikan manfaat dan mendatangkan madharat.

Maka jika seseorang melakukan hal ini pada kondisi lapangnya, jadilah dia dikenali Allah dengan kebaikan dan keshalihan. Maka jika dia mengalami kondisi sulit pada suatu hari, Allah akan menyingkap kesusahan tersebut, dan memberikan jalan keluar dari kesusahan itu sebab perkenalannya dengan Rabbnya ketika dia dalam kondisi lapang.
Oleh karena itu, wajib atasmu jika ingin dikenal Allah di waktu sempit untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan apa yang diwajibkan Allah, serta menjauhi segala perkara yang Allah haramkan atasmu. Engkau akan melihat pengaruh hal itu dalam kehidupanmu yang kesemuanya adalah kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, dan ketenteraman. Yaitu kehidupan baik yang dijanjikan oleh Allah Ta’ala kepada orang yang beriman dan beramal shalih. Allah Ta’ala berfirman:

مَنۡ عَمِلَ صَـٰلِحً۬ا مِّن ذَڪَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنٌ۬ فَلَنُحۡيِيَنَّهُ ۥ حَيَوٰةً۬ طَيِّبَةً۬‌ۖ وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا ڪَانُواْ يَعۡمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. an-Nahl: 97)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *